Selasa, 14 April 2015

Seminar bersama KODAM II SRIWIJAYA

Pekan Raya Akuntansi (PRA) 2015 part 2

Lanjutan dari Pekan Raya Akuntansi (2015)
Kalo sebelumnya dibahas tentang Smart Accounting Competition, sekarang gue akan membahas tentang acara selanjutnya, yaitu Akuntansi Mencari Bakat (AMB). Mungkin kalian berpikir kalo lomba ini seperti yang ada di tipi-tipi. Gue juga sih mengira kalo acara ini kayak acara yang ditipi itu. Tapi kita semua salah, untung yah bukan cuma gue yang salah, secara kan cowok itu kadang-kadang salah  dan kadang-kadang nggak bener.
AMB merupakan lomba yang menurut gue begitu bergengsi. kenapa? karena pesertanya itu lhoo keren-keren semua. Percaya ? Iya, harus percaya dong.
Didalam AMB ada lomba olahraga yang terbagi menjadi 3 cabang lomba, yaitu lomba futsal putra dan putri, badminton dan juga volli.
Pesertanya sama seperti SAC kemarin, seluruh mahasiswa jurusan akuntansi, tapi untuk kali ini adalah bagi mahasiswa yang "mau".
Ada juga lomba seni, nah kalo lomba seni ini peserta bebas memilih apa yang mau mereka tampilkan.
Oke, sedikit cerita bagaimana keseruan lomba AMB bagian olahraga.
Kami dari kelas 2 AA mengikuti semua cabang lomba di AMB. Keren nggak tuh. Pastinya. Gue nggak tau apa yang merasuki temen-temen sekelas sehingga mereka mau mengikuti seluruh lomba itu. Mungkin itu desakan dari ketua kelas mereka. Ketua kelas 2 AA itu emang aneh, maunya menang senidiri. Ckckckck.
Tapi ada satu cabang lomba olahraga yang tidak kami ikuti, yaitu futsal cowok. Karena kuantitas mahasiswa cowok dikelas gue begitu memprihatinkan, cuma 4 orang. Miris yah ? Iya miris bener. Disaat kelas lain yang jumlah mahasiswanya serba berkecukupan untuk membentuk satu tim futsal, kelas kami hanya bisa menjadi pemain pinjaman dari kelas lain. Beruntung masih ada yang mau meminjam jasa kami.
 Untung ajah kami nggak ikut lomba nari bareng mahasiswi lainnya. Gak kebayang tuh gimana badan besar melambai-lambai dengan anggun. Mungkin kalo gue yang liatnnya langsung bertambah 5 cm kacamata gue.
Jadi kesimpulannya, untuk lomba futsal kami direkrut oleh kelas lain, tapi hanya kami bertiga (bambang, yuan, gue sendiri). Hasilnya tidak begitu buruk, dari 3 pertandingan kami memperoleh 1 kali kemmenangan, satu kali seri dan satu kali kalah. Intinya, semuanya udah tercicipi.
Oh iya, futsal ini sistemnya grup. Setiap grup diisi oleh 4 tim, dan seperti biasanya, 2 tim terbaik akan maju ke babak penyisihan. Tapi sayang, kami dengan point yang kami miliki, kami hanya menempati posisi ketiga. Artinya, tim gue kagak lolos kebabak selanjutnya.
Itu tentang futsal, sekarang beranjak ke lomba volli.
Pertandingan voli ini kami ikuti dengan komposisi pemain 4 orang cowok dan 2 orang cewek. Singkat cerita, kami kembali kalah 3 set. Kami sempat menanng pada set kedua. Tetapi pada set ketiga kami belum menang. Kenapa belum menang ? Karena kalo gue sebutin kalah, alangkah itu berarti putus asa (mulai ngeles lagi)
Lanjut ke badminton.
Ini lomba yang paling membingungkan. Karena sistem mainya 2 set. Iya memang seperti biasa, tapi yang membedakannya itu komposisi pemainnya. Pada set pertama itu ada single putra sedangkan pada set kedua itu single putri. Sedangkan, kalo skornya 1-1, maka akan dilanjutkan dengan ganda campuran. Nah lho, gimana itu ??
oke langsung ajah ke intinya, kelas gue sempat menang satu kali 2 set langsung dan setelah lolos ke tahap selanjutnya, tim kami kalah 2 set langsung. Tragis -_-
Selama pertandingan teresebut berlangsung, gue kagak pernah menyentuh lapangan badminton alias gue kagak main. Gue masuk di ganda campuran.
Mungkin itu cerita sedikit tentang AMB cabang olahraga.
Lanjut ke AMB seni.
Kalo lomba yang satu ini gue nggak bisa cerita banyak, karena kalo cabang seni ini, kami hanya mengirimkan satu utusan, 4 orang mahasiswi cantik nan elok yang memang pantas untuk mewakili lomba ini. Mereka memilih cabang lomba tari. 4 orang mahasiswi tersebut Tiara, Pipit, Dina, dan Karin. Mereka membawakan tarian kipas kalo nggak salah, soalnya mereka bawa kipas-kipas kayak gitu. Bukan kipas sate lho. -_-
Penampilan mereka menurut gue sangat bagus, mata gue nggak berkedip lagi ketika mereka menampilkan performa mereka.
Tapi, apalah daya. Kelas kami kembali nggak bisa mendapat juara dalam lomba seni.
Itu sekilas tentang AMB seni dan AMB olahraga.
Ada lomba terakhir, lomba essai.
Lomba ini juga pernah memberikan asa bagi kami untuk mendapatkan peluang juara, karena sempat masuk di 10 besar. Tapi kembali, asa tersebut seketika putus bagaikan layang-layang harga 200 ribu yang melayang diudara, putus tanpa benang. Bener-bener disayangkan layang-layang tersebut -_-

Itu sekilas mengenai AMB seni, AMB olahraga, dan essai.
Intinya, disetiap kelalahan dan kegagalan, pasti ada satu hadiah menarik yang disiapkan oleh Tuhan kepada manusia yang selalu berusaha dan bersabar mendapatkan yang lebih baik dari sekarang.


Palembang, 14 April 2015


Graha Pendidikan Politeknik negeri Sriwijaya

Jumat, 10 April 2015

Pekan Raya Akuntansi (PRA) 2015 part 1

Pekan Raya Akuntansi (PRA) Politeknik Negeri Sriwijaya 2015 yang acara puncaknya dilaksanakan pada tanggal 8 april 2015. Acara yang sangat super ini dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Polsri. Ada berbagai macam lomba dengan 3 kategori utama, yaitu Smart Accounting Competition (SAC), Akuntansi Mencari Bakat (AMB) dan Lomba Essai.
SAC adalah lomba utama dalam acara ini, karena SAC adalah lomba yang mempertandingkan keterampilan dan keahlian mahasiswa dalam bidang akuntansi, itu sih memang makanan sehari-hari mahasiswa akuntansi. Tapi, pada lomba ini dicari mahasiswa yang sangat berprestasi dibidang keahlian akuntansi.
Sedikit ringkasan cerita mengenai SAC ini, untuk lomba SAC tahun ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2015. Pada hari itu, Babak pertama lomba SAC diadakan. Lomba ini diikuti oleh seluruh mahasiswa akuntansi semseter 2 dan semester 4. Singkat cerita, setelah babak I selesai, akan dipilih 6 mahasiswa dengan skor terbaik di kelas yang sekaligus akan membentuk kelompok secara acak dengan jumlah anggota sebanyakk 3 orang.
Oh iya aku adalah mahasiswa jurusan akuntansi semseter 2 Akuntansi A (2 AA), aku juga mengikuti lomba SAC tersebut. Tapi sayangnya pada babak I aku kagak lulus. Oke kita leweatkan saja cerita miris tersebut.
Setelah terbentuk tim dari masing-masing kelas, dengan jumlah 24 tim yang akan mengikuti seleksi kembali pada babak II. Bentuk lomba pada babak pertama dan kedua sama saja, tetapi kalau di babak pertama tadi skor yang dihitung adalah skor individu. Sedangkan pada Babak kedua, skornya di akumulasi dari 3 anggota kelompok.
oke itu untuk babak penyisihan I dan II. Kelas 2 AA itu mengirim 2 tim dan dua-duanya lolos dari jurang persaingan pada babak I dan II dan dapat naik ke bahtera babak semifinal. Dan kalian bacanya jangan kagum dengan ketinggian bahasa yang kubuat. Aku juga nggak ngerti maksud dan arti kata-kata tadi.
Beranjak ke babak yang menegangkan, yaitu babak semifinal. Babak semifinal ini diikuti oleh 9 tim yang lolos dari babak penyisihan. Dua dari 9 tim tersebut berasal dari kelasku sendiri, 2 AA. Bangga? Iya jelas dong bangga, ada temen kita yang bisa sukses, mereka bisa menjadi motivator yang harus kulampaui.
Keenam sahabatku yang lulus itu ialah, Bambang, Karin, Sifa, Yuan, Susi, dan yang terakhir itu Ayu. Mereka adalah 6 orang yang mewakili kelas 2 AA di babak semi final ini.
Di babak semifinal ini, lombanya berbentuk pengeraan siklus akuntansi sebagai modal awal untuk mengikuti lomba cepat tepat. Iya, di semifinal ini ada 2 kali lomba. Setelah selesai babak semifinal yang menegangkan tersebut dan penuh dengan keringat serta semangat kemerdekaan para peserta lombanya (lebay banget) terpilihlah 3 Tim yang akan bersaing untuk memperebutkan juara pertama di babak final SAC. Dan sekali lagi aku dibuat bangga oleh teman-teman sekelasku, karena salah satu tim dari kelas 2 AA masuk babak final. Tim yang masuk dalam babak final adalah Bambang, Karin, dan Sifa.
Dibabak final, ada babak presentasi dan babak cepat tepat. Pada babak presentasi, Bambang dan kolega menampilkan penampilan yang sangat meyakinkan. Tau gimana Soekarno berpidato ? nah kira0kira seperti itu mereka mempresentasikan satu materi. Dan ke babak cepat tepat, sama halnya dengan presentasi tadi, Bambang dan kolega mampu melibas 10 pertanyaan yang disediakan tim juri, tapi ada satu soal yang salah. Tapi begitu lah manusia (mulai ngeles).
Dengan skor meyakinkan 1205, Bambang dan kolega mampu meraup juara pertama. Mereka sangat ekspresif dan sangat menikmati kemenangan mereka. That's a little achievement for 2 AA. Congratulation !!
Oke itu sekilas mengenai kejadian dan ringkasan cerita lomba SAC.
Masih ada lagi lomba yang dilaksanakan, seperti AMB tadi dan juga essai yang tidak kalah seru dari lomba SAC ini. Tapi mungkin ada di postingan berikutnya . . . . . .


Palembang, 10 Maret 2015


Sekretariat LDK Karisma Polsri