Lanjutan dari Pekan Raya Akuntansi (2015)
Kalo sebelumnya dibahas tentang Smart Accounting Competition, sekarang gue akan membahas tentang acara selanjutnya, yaitu Akuntansi Mencari Bakat (AMB). Mungkin kalian berpikir kalo lomba ini seperti yang ada di tipi-tipi. Gue juga sih mengira kalo acara ini kayak acara yang ditipi itu. Tapi kita semua salah, untung yah bukan cuma gue yang salah, secara kan cowok itu kadang-kadang salah dan kadang-kadang nggak bener.
AMB merupakan lomba yang menurut gue begitu bergengsi. kenapa? karena pesertanya itu lhoo keren-keren semua. Percaya ? Iya, harus percaya dong.
Didalam AMB ada lomba olahraga yang terbagi menjadi 3 cabang lomba, yaitu lomba futsal putra dan putri, badminton dan juga volli.
Pesertanya sama seperti SAC kemarin, seluruh mahasiswa jurusan akuntansi, tapi untuk kali ini adalah bagi mahasiswa yang "mau".
Ada juga lomba seni, nah kalo lomba seni ini peserta bebas memilih apa yang mau mereka tampilkan.
Oke, sedikit cerita bagaimana keseruan lomba AMB bagian olahraga.
Kami dari kelas 2 AA mengikuti semua cabang lomba di AMB. Keren nggak tuh. Pastinya. Gue nggak tau apa yang merasuki temen-temen sekelas sehingga mereka mau mengikuti seluruh lomba itu. Mungkin itu desakan dari ketua kelas mereka. Ketua kelas 2 AA itu emang aneh, maunya menang senidiri. Ckckckck.
Tapi ada satu cabang lomba olahraga yang tidak kami ikuti, yaitu futsal cowok. Karena kuantitas mahasiswa cowok dikelas gue begitu memprihatinkan, cuma 4 orang. Miris yah ? Iya miris bener. Disaat kelas lain yang jumlah mahasiswanya serba berkecukupan untuk membentuk satu tim futsal, kelas kami hanya bisa menjadi pemain pinjaman dari kelas lain. Beruntung masih ada yang mau meminjam jasa kami.
Untung ajah kami nggak ikut lomba nari bareng mahasiswi lainnya. Gak kebayang tuh gimana badan besar melambai-lambai dengan anggun. Mungkin kalo gue yang liatnnya langsung bertambah 5 cm kacamata gue.
Jadi kesimpulannya, untuk lomba futsal kami direkrut oleh kelas lain, tapi hanya kami bertiga (bambang, yuan, gue sendiri). Hasilnya tidak begitu buruk, dari 3 pertandingan kami memperoleh 1 kali kemmenangan, satu kali seri dan satu kali kalah. Intinya, semuanya udah tercicipi.
Oh iya, futsal ini sistemnya grup. Setiap grup diisi oleh 4 tim, dan seperti biasanya, 2 tim terbaik akan maju ke babak penyisihan. Tapi sayang, kami dengan point yang kami miliki, kami hanya menempati posisi ketiga. Artinya, tim gue kagak lolos kebabak selanjutnya.
Itu tentang futsal, sekarang beranjak ke lomba volli.
Pertandingan voli ini kami ikuti dengan komposisi pemain 4 orang cowok dan 2 orang cewek. Singkat cerita, kami kembali kalah 3 set. Kami sempat menanng pada set kedua. Tetapi pada set ketiga kami belum menang. Kenapa belum menang ? Karena kalo gue sebutin kalah, alangkah itu berarti putus asa (mulai ngeles lagi)
Lanjut ke badminton.
Ini lomba yang paling membingungkan. Karena sistem mainya 2 set. Iya memang seperti biasa, tapi yang membedakannya itu komposisi pemainnya. Pada set pertama itu ada single putra sedangkan pada set kedua itu single putri. Sedangkan, kalo skornya 1-1, maka akan dilanjutkan dengan ganda campuran. Nah lho, gimana itu ??
oke langsung ajah ke intinya, kelas gue sempat menang satu kali 2 set langsung dan setelah lolos ke tahap selanjutnya, tim kami kalah 2 set langsung. Tragis -_-
Selama pertandingan teresebut berlangsung, gue kagak pernah menyentuh lapangan badminton alias gue kagak main. Gue masuk di ganda campuran.
Mungkin itu cerita sedikit tentang AMB cabang olahraga.
Lanjut ke AMB seni.
Kalo lomba yang satu ini gue nggak bisa cerita banyak, karena kalo cabang seni ini, kami hanya mengirimkan satu utusan, 4 orang mahasiswi cantik nan elok yang memang pantas untuk mewakili lomba ini. Mereka memilih cabang lomba tari. 4 orang mahasiswi tersebut Tiara, Pipit, Dina, dan Karin. Mereka membawakan tarian kipas kalo nggak salah, soalnya mereka bawa kipas-kipas kayak gitu. Bukan kipas sate lho. -_-
Penampilan mereka menurut gue sangat bagus, mata gue nggak berkedip lagi ketika mereka menampilkan performa mereka.
Tapi, apalah daya. Kelas kami kembali nggak bisa mendapat juara dalam lomba seni.
Itu sekilas tentang AMB seni dan AMB olahraga.
Ada lomba terakhir, lomba essai.
Lomba ini juga pernah memberikan asa bagi kami untuk mendapatkan peluang juara, karena sempat masuk di 10 besar. Tapi kembali, asa tersebut seketika putus bagaikan layang-layang harga 200 ribu yang melayang diudara, putus tanpa benang. Bener-bener disayangkan layang-layang tersebut -_-
Itu sekilas mengenai AMB seni, AMB olahraga, dan essai.
Intinya, disetiap kelalahan dan kegagalan, pasti ada satu hadiah menarik yang disiapkan oleh Tuhan kepada manusia yang selalu berusaha dan bersabar mendapatkan yang lebih baik dari sekarang.
Palembang, 14 April 2015
Graha Pendidikan Politeknik negeri Sriwijaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar